Kaki Sering Bengkak di Sore Hari, Apakah Ada Hubungan dengan Jantung?

Penulis :

Kaki sering bengkak di sore hari dan hubungannya dengan kesehatan jantung
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa kaki atau pergelangan kaki terlihat lebih bengkak menjelang sore atau malam hari?

Pada pagi hari mungkin kaki terlihat biasa saja. Namun setelah beraktivitas seharian, sepatu terasa lebih sempit, kaus kaki meninggalkan bekas yang dalam, atau pergelangan kaki tampak membesar. Setelah beristirahat atau bangun keesokan paginya, bengkaknya mungkin berkurang.

Keluhan seperti ini cukup sering dianggap sepele. Banyak orang mengira kaki bengkak hanya karena terlalu lama berdiri, duduk, berjalan, atau terlalu lelah.

Padahal, kaki yang sering mengalami pembengkakan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari hal yang relatif ringan hingga masalah kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya adalah gangguan yang berkaitan dengan fungsi jantung.

Lantas, apakah kaki sering bengkak di sore hari berarti jantung bermasalah?

Jawabannya: belum tentu. Namun, jika pembengkakan terjadi berulang, menetap, semakin berat, atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Mengapa kaki bisa bengkak?

Pembengkakan pada kaki secara medis sering disebut edema. Edema terjadi ketika terdapat penumpukan cairan di jaringan tubuh.

Gravitasi membuat cairan lebih mudah berkumpul di bagian tubuh yang berada lebih rendah, terutama ketika seseorang berdiri atau duduk dalam waktu lama. Karena itu, kaki dan pergelangan kaki dapat terlihat lebih bengkak pada sore atau malam hari setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Namun, penyebab edema tidak hanya berkaitan dengan posisi tubuh.

Kaki bengkak juga dapat berhubungan dengan kondisi pembuluh darah vena, ginjal, hati, penggunaan obat tertentu, gangguan hormon, kehamilan, cedera, maupun masalah pada jantung.

Inilah alasan mengapa kaki bengkak tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai tanda penyakit jantung, tetapi juga tidak selalu tepat untuk diabaikan.

Apa hubungan kaki bengkak dengan jantung?

Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Agar sirkulasi berjalan dengan baik, darah yang telah mengalir ke jaringan tubuh kemudian perlu kembali menuju jantung melalui pembuluh darah vena.

Ketika fungsi pompa jantung mengalami gangguan tertentu, sirkulasi darah dapat mengalami perubahan dan tekanan di dalam pembuluh darah dapat meningkat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cairan keluar dari pembuluh darah dan berkumpul di jaringan, terutama pada bagian tubuh yang lebih rendah seperti tungkai dan pergelangan kaki.

Akibatnya, kaki dapat terlihat membengkak.

Pada kondisi tertentu, pembengkakan akibat gangguan jantung dapat mengenai kedua kaki, terutama di sekitar pergelangan kaki dan tungkai bawah.

Namun sekali lagi, kaki bengkak bukanlah tanda yang khusus hanya untuk penyakit jantung. Pemeriksaan diperlukan untuk mencari penyebab sebenarnya.

Ciri kaki bengkak yang perlu diperhatikan

Tidak semua pembengkakan memiliki pola yang sama.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Bengkak muncul pada kedua kaki

Jika kedua kaki atau kedua pergelangan kaki mengalami pembengkakan secara berulang, terutama setelah aktivitas sepanjang hari, kondisi ini perlu diperhatikan.

2. Bengkak lebih terlihat pada sore atau malam hari

Pembengkakan yang semakin tampak setelah seseorang banyak berdiri atau duduk dapat berkaitan dengan pengaruh gravitasi dan sirkulasi.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, sebaiknya jangan hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan.

3. Kaus kaki meninggalkan bekas

Pernah melepas kaus kaki lalu melihat bekas tekanan yang cukup dalam di sekitar pergelangan kaki?

Jika hal tersebut sering terjadi bersamaan dengan pembengkakan, dapat menjadi salah satu tanda adanya penumpukan cairan.

4. Kulit terasa lebih kencang

Ketika terjadi penumpukan cairan, kulit pada area yang bengkak dapat terasa lebih tegang atau terlihat mengilap.

5. Bengkak disertai keluhan lain

Ini merupakan bagian yang penting.

Kaki bengkak menjadi lebih perlu diperhatikan apabila disertai keluhan seperti mudah sesak, napas terasa berat terutama saat berbaring, mudah lelah, berdebar, berat badan meningkat dalam waktu relatif singkat, atau kemampuan melakukan aktivitas menurun.

Kombinasi beberapa keluhan tersebut membutuhkan evaluasi medis untuk mencari penyebabnya.

Apakah kaki bengkak pasti berarti gagal jantung?

Tidak.

Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami.

Gagal jantung memang dapat menyebabkan edema pada tungkai, tetapi kaki bengkak memiliki banyak kemungkinan penyebab lainnya.

Misalnya, seseorang yang duduk atau berdiri terlalu lama dapat mengalami pembengkakan akibat pengaruh gravitasi. Gangguan pada pembuluh darah vena juga dapat menyebabkan kaki terasa berat dan membengkak, terutama setelah beraktivitas seharian.

Selain itu, beberapa obat juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki sebagai efek samping.

Masalah pada ginjal atau hati juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.

Karena penyebabnya beragam, diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan adanya kaki bengkak.

Dokter perlu melihat keseluruhan kondisi pasien, riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang.

Kapan kaki bengkak perlu diperiksakan?

Jika kaki hanya sedikit bengkak setelah berdiri lama dan membaik setelah beristirahat, penyebabnya bisa saja relatif sederhana.

Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila:

  • kaki sering bengkak dan terjadi berulang;

  • pembengkakan semakin berat dari waktu ke waktu;

  • bengkak tidak membaik setelah beristirahat;

  • kedua kaki sering mengalami pembengkakan;

  • disertai sesak napas;

  • sulit bernapas ketika berbaring;

  • sering terbangun pada malam hari karena sesak;

  • mudah lelah saat melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan baik;

  • berat badan meningkat dengan cepat tanpa perubahan pola makan yang jelas;

  • terdapat keluhan jantung berdebar atau dada terasa tidak nyaman.

Apabila pembengkakan kaki muncul secara tiba-tiba pada satu kaki, terutama jika disertai nyeri, kemerahan, atau terasa hangat, kondisi tersebut juga memerlukan perhatian medis segera karena terdapat kemungkinan penyebab lain yang perlu dievaluasi.

Bagaimana dokter mencari penyebab kaki bengkak?

Pemeriksaan biasanya dimulai dengan wawancara medis.

Dokter dapat menanyakan kapan pembengkakan mulai terjadi, apakah mengenai satu atau kedua kaki, kapan pembengkakan paling berat, apakah membaik setelah beristirahat, serta apakah terdapat keluhan lain seperti sesak atau mudah lelah.

Dokter juga akan mempertimbangkan riwayat penyakit dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk menilai kondisi jantung maupun organ lain yang mungkin berhubungan dengan edema.

Pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Dengan demikian, pemeriksaan bukan sekadar mencari tahu “apakah ini penyakit jantung?”, tetapi juga menentukan “apa sebenarnya penyebab kaki bengkak ini?”

Jangan hanya menunggu sampai bengkak semakin parah

Salah satu alasan keluhan kaki bengkak sering terlambat diperiksa adalah karena gejalanya dapat terasa ringan.

“Besok juga hilang.”

“Mungkin karena terlalu banyak berdiri.”

“Mungkin karena kecapekan.”

Pikiran seperti ini sangat wajar. Namun, jika keluhan terus berulang, tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal yang layak diperhatikan.

Tidak berarti setiap kaki bengkak adalah penyakit serius. Tetapi dengan melakukan evaluasi lebih awal, penyebabnya dapat diketahui dan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Terlebih jika kaki bengkak disertai perubahan kemampuan aktivitas, sesak, atau keluhan lain yang mengarah pada gangguan sirkulasi atau fungsi jantung.

Apa yang bisa dilakukan sementara?

Jika pembengkakan muncul setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu, seperti menghindari posisi duduk terlalu lama, melakukan gerakan ringan secara berkala, dan mengangkat kaki saat beristirahat.

Namun, langkah tersebut bukan pengganti pemeriksaan apabila pembengkakan terjadi berulang atau disertai gejala lain.

Hindari pula mengonsumsi obat pelancar buang air kecil atau obat lainnya sendiri hanya karena menganggap kaki bengkak disebabkan oleh kelebihan cairan. Penggunaan obat sebaiknya berdasarkan penilaian dokter karena penyebab edema dapat berbeda pada setiap orang.

Kaki bengkak mungkin sederhana, tetapi jangan buru-buru menyimpulkan

Jadi, apakah kaki sering bengkak di sore hari berhubungan dengan jantung?

Bisa, tetapi tidak selalu.

Kaki bengkak dapat terjadi karena banyak penyebab. Hubungannya dengan jantung menjadi lebih perlu diperhatikan ketika pembengkakan berulang dan disertai keluhan lain seperti sesak napas, mudah lelah, berdebar, atau kesulitan bernapas saat berbaring.

Daripada menebak-nebak penyebabnya, pemeriksaan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi tubuh Anda.

Kapan terakhir kali Anda memeriksa kesehatan jantung?

Jika Anda sering mengalami kaki atau pergelangan kaki bengkak, terutama jika keluhan semakin sering terjadi atau disertai keluhan lain, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang sesuai.

Klinik CMI hadir untuk membantu Anda memahami kondisi kesehatan jantung secara lebih menyeluruh. Jangan menunggu sampai keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kenali sinyal dari tubuh Anda. Karena menjaga jantung bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang mengenal risikonya lebih awal.


Share on: