Mengenal Jenis Diabetes Selain Tipe 1 dan Tipe 2: Ada Apa Saja?
Penulis :
Pemahaman mengenai jenis diabetes penting karena penyebab dan mekanisme terjadinya tidak selalu sama. Bahkan, seseorang yang awalnya dianggap mengalami diabetes tipe 1 atau tipe 2 ternyata dapat memiliki jenis diabetes lain yang membutuhkan pendekatan pemeriksaan dan penanganan berbeda. Menurut Standards of Care in Diabetes 2026 dari American Diabetes Association (ADA), diabetes secara umum diklasifikasikan menjadi diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional, serta jenis diabetes spesifik yang disebabkan oleh kondisi lain, seperti kelainan genetik, penyakit pankreas eksokrin, atau obat dan zat tertentu. Lalu, apa saja jenis diabetes selain tipe 1 dan tipe 2? Diabetes gestasional adalah diabetes yang pertama kali terdiagnosis selama kehamilan dan tidak jelas merupakan diabetes yang sudah ada sebelum kehamilan. Selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan hormonal. Salah satunya adalah meningkatnya resistensi insulin, terutama pada kehamilan lanjut. Dalam kondisi normal, pankreas akan meningkatkan produksi insulin untuk mengimbanginya. Namun, pada sebagian ibu hamil, produksi insulin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga kadar gula darah meningkat. Diabetes gestasional sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan menjadi penting meskipun ibu hamil merasa sehat. Pada umumnya, pemeriksaan diabetes gestasional dilakukan pada usia kehamilan sekitar 24–28 minggu pada ibu yang sebelumnya belum diketahui menderita diabetes. Jika tidak ditangani dengan baik, kadar gula darah yang tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi bagi ibu dan bayi. Karena itu, pemantauan gula darah, pengaturan pola makan, aktivitas fisik sesuai kondisi kehamilan, serta terapi medis bila diperlukan merupakan bagian penting dari penanganannya. Menariknya, diabetes gestasional biasanya membaik setelah persalinan. Namun, riwayat diabetes gestasional tetap perlu diperhatikan karena berkaitan dengan peningkatan risiko mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari. Jenis diabetes berikutnya adalah diabetes monogenik. Berbeda dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang melibatkan banyak faktor, diabetes monogenik disebabkan oleh perubahan atau varian pada satu gen tertentu. Diabetes monogenik termasuk kondisi yang relatif jarang. NIDDK menyebutkan bahwa penelitian terutama di Amerika Serikat dan Eropa memperkirakan sekitar 1–5 dari setiap 100 orang dengan diabetes dapat mengalami bentuk monogenik. Dua kelompok utama diabetes monogenik adalah Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) dan Neonatal Diabetes Mellitus (NDM). MODY biasanya muncul pada usia remaja atau dewasa muda dan sering memiliki pola keturunan dalam keluarga. Seseorang dapat dicurigai mengalami MODY apabila diabetes muncul pada usia relatif muda, tidak memiliki karakteristik khas diabetes tipe 1 atau tipe 2, serta terdapat anggota keluarga dari beberapa generasi yang juga mengalami diabetes. Beberapa jenis MODY menyebabkan peningkatan gula darah yang ringan dan relatif stabil, sedangkan jenis lainnya dapat menyebabkan gangguan produksi insulin yang semakin progresif. Neonatal diabetes adalah diabetes yang muncul pada masa bayi. Diabetes yang didiagnosis dalam enam bulan pertama kehidupan sangat jarang disebabkan oleh diabetes tipe 1 autoimun dan perlu dipertimbangkan kemungkinan penyebab monogenik. Neonatal diabetes dapat bersifat permanen atau sementara. Pada sebagian bayi, diabetes dapat menghilang selama masa kanak-kanak tetapi muncul kembali di kemudian hari. Karena penyebabnya berkaitan dengan gen tertentu, pemeriksaan genetik dapat membantu memastikan diagnosis. Hal ini penting karena terapi beberapa bentuk diabetes monogenik dapat berbeda dari terapi diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Pankreas memiliki peran penting dalam pengaturan gula darah karena menghasilkan insulin. Oleh karena itu, gangguan pada pankreas dapat menyebabkan diabetes. Kondisi ini sering disebut diabetes pankreatogenik atau diabetes tipe 3c, meskipun dalam klasifikasi ADA istilah yang lebih luas adalah diabetes yang berhubungan dengan penyakit pankreas eksokrin. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan diabetes jenis ini antara lain: Pankreatitis akut atau kronis Operasi atau pengangkatan sebagian pankreas Cedera pada pankreas Tumor atau penyakit tertentu pada pankreas Fibrosis kistik Hemokromatosis Beberapa kelainan genetik tertentu Pada penyakit pankreas kronis, kerusakan jaringan pankreas dapat mengganggu fungsi eksokrin sekaligus fungsi endokrin. Akibatnya, produksi insulin dapat berkurang dan kadar gula darah meningkat. Salah satu tantangan diabetes akibat penyakit pankreas adalah kondisi ini dapat menyerupai diabetes tipe 2. Karena itu, riwayat penyakit pankreas menjadi informasi penting bagi dokter ketika menentukan penyebab diabetes. Beberapa obat atau zat tertentu dapat memengaruhi kadar gula darah dan pada kondisi tertentu menyebabkan diabetes atau memperburuk hiperglikemia. Salah satu contoh yang dikenal adalah penggunaan glukokortikoid, yang dapat meningkatkan kadar gula darah melalui berbagai mekanisme, termasuk meningkatkan produksi glukosa dan memengaruhi sensitivitas insulin. Namun, bukan hanya satu jenis obat yang dapat berhubungan dengan gangguan kadar gula darah. Karena itu, dokter perlu mengetahui seluruh obat dan terapi yang sedang digunakan pasien. Hal ini menunjukkan bahwa ketika seseorang mengalami peningkatan gula darah, evaluasi tidak selalu berhenti pada pertanyaan tentang pola makan atau berat badan. Riwayat pengobatan juga dapat menjadi bagian dari proses mencari penyebabnya. Diabetes yang disebabkan obat atau zat tertentu termasuk dalam kelompok "specific types of diabetes" dalam klasifikasi ADA. Selain diabetes monogenik seperti MODY dan neonatal diabetes, terdapat pula kelainan genetik tertentu yang dapat memengaruhi fungsi sel beta pankreas atau menyebabkan gangguan kerja insulin. Sebagian kelainan tersebut dapat disertai karakteristik lain, misalnya gangguan pada organ tertentu, kelainan jaringan lemak, atau kondisi metabolik tertentu. Karena manifestasinya dapat berbeda-beda, dokter mungkin mempertimbangkan pemeriksaan khusus apabila pola diabetes seseorang tidak sesuai dengan karakteristik diabetes tipe 1 atau tipe 2. Salah satu contoh yang dibahas dalam klasifikasi diabetes monogenik adalah sindrom resistensi insulin akibat kelainan genetik tertentu. Diabetes juga dapat muncul sebagai bagian dari kondisi medis tertentu yang memengaruhi produksi insulin, sensitivitas insulin, atau fungsi organ yang berkaitan dengan pengaturan gula darah. Dalam kelompok ini, penyebab diabetes perlu dicari secara individual. Dokter dapat mempertimbangkan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, penggunaan obat, riwayat keluarga, serta kondisi organ seperti pankreas. Artinya, diagnosis diabetes bukan hanya tentang mengetahui bahwa kadar gula darah seseorang tinggi. Penting juga untuk memahami mengapa kadar gula tersebut meningkat. Menentukan jenis diabetes bukan sekadar masalah istilah. Jenis diabetes dapat membantu dokter memahami penyebab penyakit dan menentukan pemeriksaan maupun pendekatan terapi yang sesuai. Sebagai contoh, seseorang dengan diabetes monogenik mungkin membutuhkan pendekatan berbeda dengan pasien diabetes tipe 1 atau tipe 2. Begitu pula pasien yang mengalami diabetes akibat penyakit pankreas membutuhkan evaluasi terhadap kondisi pankreasnya. Pemeriksaan kadar gula darah dapat memastikan adanya diabetes, tetapi pemeriksaan tersebut tidak selalu dapat menentukan jenis diabetes secara langsung. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan pemeriksaan autoantibodi, C-peptide, pemeriksaan genetik, serta evaluasi riwayat penyakit untuk membantu menentukan klasifikasi diabetes. Tidak selalu. Beberapa orang mengalami gejala klasik seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, atau penglihatan kabur. Namun, sebagian orang dapat mengalami diabetes tanpa gejala yang jelas. Inilah alasan pemeriksaan gula darah dapat menjadi penting, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko atau kondisi tertentu yang meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes. Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila terdapat gejala yang mengarah pada diabetes, riwayat keluarga diabetes, kehamilan, penyakit pankreas, penggunaan obat tertentu yang dapat memengaruhi gula darah, atau pola diabetes yang tidak sesuai dengan diagnosis sebelumnya. Terlebih lagi, seseorang yang sudah mendapatkan diagnosis diabetes tetapi respons terhadap terapi tidak sesuai harapan dapat memerlukan evaluasi kembali terhadap klasifikasi atau penyebab diabetesnya. Jangan mengubah atau menghentikan obat diabetes sendiri hanya berdasarkan informasi dari artikel. Penentuan jenis diabetes dan terapi yang tepat perlu dilakukan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Diabetes tidak hanya terdiri dari tipe 1 dan tipe 2. Ada berbagai bentuk lain yang penting untuk dikenali, termasuk diabetes gestasional, diabetes monogenik seperti MODY dan neonatal diabetes, diabetes akibat penyakit pankreas, serta diabetes yang berkaitan dengan obat, zat, dan kondisi medis tertentu. Masing-masing memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, ketika seseorang didiagnosis diabetes, memahami jenis dan penyebabnya merupakan bagian penting dari perjalanan pengobatan. Jika Anda mengalami gula darah tinggi atau sudah didiagnosis diabetes tetapi merasa kondisi Anda tidak sesuai dengan gambaran diabetes yang umum, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Evaluasi yang tepat dapat membantu menemukan penyebab diabetes dan menentukan pemeriksaan serta penanganan yang sesuai.
1. Diabetes Gestasional
2. Diabetes Monogenik
MODY
Neonatal Diabetes
3. Diabetes yang Berhubungan dengan Penyakit Pankreas
4. Diabetes Akibat Obat atau Zat Tertentu
5. Diabetes yang Berkaitan dengan Kelainan Genetik Lain
6. Diabetes yang Berkaitan dengan Kondisi Medis Tertentu
Mengapa Mengetahui Jenis Diabetes Itu Penting?
Apakah Semua Diabetes Memiliki Gejala yang Sama?
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?
Kesimpulan